Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 Mei 2013
Kata - Kata Mutiara Motivasi Islami
Tak perlu iri atas kemampuan orang lain, jika mereka bisa kamu juga bisa.
Jangan remehkan dirimu, kamu kuat dari yang kamu bayangkan.
Kita tidak pernah tahu apa yang di rencanakan Allah untuk kita.
Yang perlu kita tahu adalah Allah akan mengabulkan setiap rencana yang berada dalam bait doa.
“Hidup yang baik”
ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita peroleh,
Kita bisa berbagi di kala kesempitan,kita bisa tersenyum di saat cobaan datang,
Kita bisa memaafkan walaupun sangat menyakitkan,
Ketika kita tetap peduli sedangkan yang lain lengah,
“ Hidup yang indah itu….”
Bukan di saat semua impian terwujud,
Tapi keindahannya terletak pada ketulusan dan kesungguhan hati dalam menjalaninya.
Karena itu, kita tidak boleh hanya melihat akhir dari suatu impian itu.
Tapi, renungkanlah proses pencapaian yang kita lalui yang butuh perjuangan.
Karena di sanalah terletak keindahan hidup.
Saat fajar terbit pagi ini, semoga Allah senantiasa menetapkan iman dalam hati ini. Demikian pun saat senja menjelang nanti, di rentang waktu yang akan melukiskan sejarah dan peradaban, semoga kita tetap menjadi karang-karang kokoh yang tak mudah goyah oleh hempasan gelombang kehidupan serta teguh dalam ujian dan istiqomah dalam ketaatan.
Kehidupan bagaikan sebuah tasbih, berawal dan beakhir di titik yang sama. Bukan tasbih namanya Jika hanya 1 butir, bukan kehidupan namanya jika hanya 1 di mensi.
Kehidupan akan sempurna dan indah jika telah melewati serangkai untaian butiran suka, duka, derita, bahagia, gagal, sukses, pasang dan surut. Seperti tasbih yang melingkar kehidupan pun demikian.
Kemana pun kita pergi dan berlari, tetap masih dalam lingkaran takdir Allah. Dari-Nya kehidupan di mulai dan kepada-Nya akan berakhir.
Percaya diri adalah kemampuan untuk melihat diri sebagai suatu yang berharga.
Membanggakan diri merupakan cermin dari ketidakmampuan, karena orang hebat tak pernah menganggap dirinya hebat.
Mulailah dari niat yang ikhlas dalam melakukan sesuatu. Karena dengan niat yang ikhlas sesuatu yang beratpun dapat di kerjakan dengan mudah.
Bencana terbesar bukanlah kematian tetapi menyia-nyiakan waktu. Karena kematian hanya memutuskan kalian dari dunia dan kesenangan hidup. Sementara menyia-nyiakan waktu memutuskan kalian dari Allah dan syurga” ( Imam Syafi’i)
Ya Allah , sediakanlah bagi kami sebagian dari rahmat-Mu yang luas, dan berikanlah kami petunjuk kepada ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah kami menuju kepada keridhaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu, berilah kami kesabaran untuk menerima segala ketentuan-Mu, dan berilah kepada kami kemampuan untuk menjadi orang yang selalu bertaqwa.
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sabar adalah mahkota..
Kesetiaan adalah harga diri..
Memberi adalah kenikmatan..
Banyak bicara adalah omong kosong..
Tergesa-gesa adalah kebodohan, dan kebodohan adalah aib..
Berlebih-lebihan (dlm berkata) adalah kebohongan..
Berteman dg org yg suka berbuat hina adalah kejahatan..
Dan berteman dg org fasik adalah sumber prasangka buruk..(Ali bin Abi Thalib)
Sekian. Mudah-mudahan bermanfaat !
Sumber : http://alluky.blogspot.com/2013/01/kata-kata-motivasi-islami-terbaru.html
Senin, 11 Maret 2013
SEPUCUK SURAT UNTUK CALON SUAMIKU YANG KU CINTAI KERANA ALLAH,,
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.
Calon suamiku…
Sengaja kusimpan rapi rindu ini,
Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta untukmu,
Yang saat ini belum bisa kuhaturkan padamu,Hingga saatnya nanti tiba,
Ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita,
Dalam sebentuk ketaatan dan cinta,Upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia..
Calon suamiku..
Hari bahagia itu masih beberapa bulan lagi,Tapi aku sudah merinduimu,
Engkau yang belum pernah hadir dalam episode kehidupanku,
Engkau yang sama sekali tak kukenal sebelumnya,
Pertemuan kita sekali saja..Saat kau melihatku dan aku melihatmu
Sebuah proses syar’i yang diajarkan oleh Rosul kita yang mulia
Itu sudah cukup bagiku ,Untuk mantap dalam memilihmu..
Calon suamiku..
Bukannya aku ingin membanggakan diri,
Aku memilihmu bukan karena hartamu.
Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih kaya darimu,
Aku mantapkan hatiku bukan karena parasmu.
Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih tampan darimu,
Aku putuskan dirimu tuk jadi IMAMku bukan kerana nasab dan kedudukanmu.Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih bangsawan dan berpangkat darimu.
Tapi aku tak mau hanya harta, paras, dan nasab atau kedudukan mereka..
Aku tak mau menyia-nyiakan sisa hidupku untuk mereka..Yang kurang agama dan akhlaqnya..Tapi aku ingin jadi orang yg beruntung seperti sabda Nabi kita..
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara iaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Untukmu calon suamiku...
Ku memilihmu karena telah sampai berita kepadaku ,
Bahwa kau memiliki pemahaman aqidah yg lurus.
Kau mengusahakan sholat lima waktumu di masjid selalu,
Kau senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah Rosul-Mu.
Kau upayakan dirimu tak ketinggalan hadir di majelis ilmu,
Serta alasanmu menikahiku adalah untuk menjaga kehormatanmu.
Telah pula sampai berita dari teman-temanmu,
Bahwa dirimu adalah sesosok yang baik dalam berperilaku.
Bahkan orangtua dan saudaramu memujimu..
Rasulullah Shalallohu’alayhiwasallam bersabda, "Bila datang kepada kalian orang yang kalian senangi akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah dia. Bila kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi." (Shahih at-Tirmidzi 3/305).
Calon suamiku..
Bukannya diri ini mencari kesempurnaan
Karena kutahu sebagaimana ada dalam diriku, pun pasti ada cela dalam dirimu
Tapi kuyakin segala kelebihanmu kan menutupi kekuranganmu
Aqidah, amal sholih, dan akhlaqul karimah yang engkau miliki
Menjadi alasan bagiku menerimamu mendampingi hidupku
Menguatkanku untuk selalu berbakti pada Alloh lalu padamu
Memimpin sekaligus mendidikku dan jundi-jundi kecil kita
Menjadi pribadi sholeh sholehah..
Membangun rumah tangga beraroma surga,,
Berlandaskan tauhid, Bermanhaj ahlus sunnah dengan pemahaman shohabah,
Calon suamiku....
Hari-hariku merayap lambat
Ketika ku hanya bisa berusaha sabar menantimu
Mengikrarkan akad yang kan menjadikanku halal bagimu
Tak ingin menodai proses yang selama ini diperjuangkan benar-benar syar’i.
Karena itu..
Terima kasih kau telah menjaga proses ini jauh dari fitnah
Memperhatikan adab-adabnya,Bertaqwa dari segala godaan halus syaithon yang menipu daya..
Calon suamiku..
Jika kau juga merinduiku, Maka bersabarlah,
Tetaplah mengokohkan aqidah, Tegarlah dalam menegakkan sunnah,Istiqomah dalam berakhlaqul karimah,Bersemangatlah dalam mencari maisyah,
Karena ku disini menantimu, Dengan segenap rindu dan kesabaranku…
Dengan do’a yang kulantun di hembus angin…Agar ALLAH senantiasa menjagamu..Memudahkan urusanmu..Menjadi bermanfaat bagi kaum muslimin, tak hanya bagiku..
♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥
Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah
Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...
Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya
Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
(Sebelum Engkau Halal BagiKu) https://www.facebook.com/
Sumber : https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354
Senin, 07 Januari 2013
Jugun Ianfu: AKU BUKAN PELACUR ! Potret Kelam Wanita Indonesia Atas Kekejaman Tentara Jepang (1)
Perang Asia-Pasifik atau Perang Dunia II menyisakan berbagai kisah pilu bagi berbagai Negara, tak terkecuali Indonesia. Indonesia adalah korban perang yang tengah berkecamuk diantara Negara-negara besar di wilayah tersebut. Indonesia menjadi bangsa terjajah pada masa itu, terlebih lagi ketika bangsa Jepang datang dan masuk ke wilayah Indonesia. Awalanya mereka memberi harapan kepada Indonesia
untuk bisa merdeka dan terlepasa dari penjajahan, namun hal tersebut
hanyalah bualan semata, mereka justru melakukan penjajahan terhadap
rakyat Indonesia dan bahkan gaya penjajahan mereka tak jauh beda dengan Negara sebelumnya, yaitu Belanda.
Wanita penghibur atau yang dalam isilah Jepang disebut Jugun Ianfu, merupakan bentuk penjajahan yang secara nyata dialami oleh kaum perempuan di Indonesia. Sebelumnya praktek Jugun Ianfu
ada di Indonesia, ternyata praktek tersebut juga berlaku diberbagai
Negara terutama Negara-negara yang menjadi koloni Jepang. Menurut riset
oleh Dr. Hirofumi Hayashi, seorang profesor di Universitas Kanto Gakuin, jugun ianfu termasuk orang Jepang, Korea, Tiongkok, Malaya (Malaysia dan Singapura), Thailand, Filipina, Indonesia, Myanmar, Vietnam, India, Indo Belanda, dan penduduk kepulauan Pasifik. Jumlah perkiraan dari Jugun Ianfu ini pada saat perang, berkisar antara 20.000 dan 30.000. Pengakuan dari beberapa Jugun Ianfu
yang masih hidup jumlah ini sepertinya berada di batas atas dari angka
di atas. Kebanyakan rumah bordilnya berada di pangkalan militer Jepang,
namun dijalankan oleh penduduk setempat, bukan militer Jepang.
Tahun
1943-1945, Perang Dunia II. Setelah Jerman, Jepang menduduki tempat
kedua sebagai kekuatan militer. Negara-negara demokratis dalam waktu ini
dinamai oleh pers sebagai Negara-negara sekutu. Negara-negara
fasis-militer Jerman, Italia dan Jepang oleh pers dinamai dengan sebutan
As karena mereka membentuk as Berlin-Roma-Tokyo. Pada tahun 1943,
serangan besar-besaran pihak sekutu di Asia Tenggara membuat posisi
balatentara Jepang dari agresif menjadi defensif. Sikapnya terhadap
nasionalisme di Indonesia juga telah berubah, sehingga kaum nasionalis di Jawa dan Sumatra mendapatkan keleluasaan berpropaganda.
Hubungan laut antara balatentara Jepang di Asia Tenggara dengan Jepang manjadi sulit. Orang Indonesia,
melalui PETA mendapatkan latihan kemiliteran untuk menjadi perwira guna
mempertahankan tanah airnya dari serangan sekutu. Balatentara Jepang
sendiri ditarik ke garis depan. Sulitnya hubungan udara dan laut
mengakibatkan tentara Jepang tak lagi bisa mendapatkan wanita penghibur
dari Cina, Jepang dan Korea. Sebagai gantinya, para gaidis Indonesia dikirim ke garis depan sebagai wanita penghibur.
Menurut riset Dr. Ikuhika Hata, seorang profesor di Universitas Nihon. Orang Jepang yang menjadi Jugun Ianfu ini sekitar 40%, Korea 20%, Tionghoa 10%. Dan 30% sisanya dari kelompok lain.
Di
Indonesia sendiri, para perempuan direkrut secara paksa, bahkan ada
pula yang diiming-imingi dengan janji-janji hidup yang enak, pendidikan
yang layak, dijadikan pemain sandiwara dan sebagainya. Bahkan para
tentara itu tak segan-segan menculik dan memperkosa gadis-gadis tersebut
di depan keluarganya. Sungguh ironis apa yang terjadi di Indonesia terutama bagi kaum wanita.
Praktek Jugun Ianfu yang terjadi di Indonesia
ternyata adalah suatu kesengajaan atau bagian dalam rencana menjaga
keefektifan dan kinerja para tentara Jepang dalam bertugas. Dimana
kepuasan seks tentara Akan mempengaruhi kinerja para tentara Jepang dan
apabila hal tersebut tidak dituruti maka para tentara Jepang akan
mengalami kemunduran. Pengerahan Jugun Ianfu yang diartikan
sebagai “budak seks” dilakukan secara gelap, di bawah tangan. System
rekrutmen yang tertutup ini tidak menggunakan pengumuman resmi.
Pemerintah militer Jepang menggunakan bantuan pejabat daerah seperti
lurah, camat dan melalui tonarigumi.
Mereka menawarkan, bahkan memaksa agar perempuan-perempuan belia ini
bersedia ikut dalam program pengerahan tenaga kerja, di samping dengan
ancaman juga dengan mendekati keluarga yang diincar. Seperti kesaksian mantan Jugun Ianfu
asal Jogjakarta, yang orang tuanya dipanggil pak lurah. Dikatakannya
anaknya bernama Suharti akan dididik, disekolahkan di Balikpapan dan
setelah lulus aka dipekerjakan di kantor. Namun, anak yang berumur 15
tahun ini dijadikan Jugun Ianfu selama enam bulan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kaum perempuan yang menjadi Jugun Ianfu umumnya
berpendidikan rendah, bahkan ada yang tidak berpendidikan sama sekali,
dan buta huruf. Selain kebodohan yang dimilikinya, mereka juga berada
kedalam jeratan ekonomi yang membelit. Kebodohan dan kemiskinan membuat
mereka percaya begitu saja pada tawaran kerja yang cukup menjanjikan
yang tidak membutuhkan kehalian khusus seperti pambantu rumah tangga,
pelayan restoran atau pekerjaan apa saja yang hanya membutuhkan tenaga.
Rekrutmen Jugun Ianfu dapat juga dilakuakan melalui jalur hiburan dimana para seniman terlibat di dalamnya, seperti yang dialami oleh mantan Jugun Ianfu
dari Jogjakarta, Mardiyem. Seorang pemain sandiwara keliling dari grup
“pantja soerja” telah menjanjikannya menjadi penyanyi di Kalimantan,
sesuai dengan cita-citanya yang ingin membebaskan diri dari
lingkungannya sebagai abdi dalem (mengabdi pada keluarga
bangsawan Jawa) di daerah Suryotarunan. Selain itu, dokter dan para
pejabat baik rendah maupn tinggi, baik yang berpartisipasi langsung atau
tidak, dalam usaha pengumpulan dan pencarian tenaga kerja perempuan
yang akan dijadikan Jugun Ianfu. Mereka dianggap memiliki akses tersendiri pada kaum perempuan, baik di desa maupun di kota.
Kebanyakan kaum Jugun Ianfu
dapat digolongkan sebagai perempuan yang berasal dari keluarga
baik-baik. Di antara mereka ada yang masih gadis, bahkan ada yang di
bawah umur dan ada yang sudah bersuami dan mempunyai anak. Akan tetapi,
ancaman pihak militer Jepang yang kejam yang memiliki kekuatan senjata,
membuat mereka takut menolak atau melarikan diri pada saat mereka sampai
pada suatu tempat yang penuh dengan penderitaan fisik dan batin.
Penguasa militer Jepang mendirikan tempat-tempat yang dihuni Jugun Ianfu
di setiap wilayah komando militer dengan tujuan untuk mencegah
terjadinya pemerkosaan oleh tentara Jepang terhadap penduduk lokal,
menjaga moral tentara Jepang serta mencegah penyakit kelamin yang akan
melemahkan kekuatan militernya.
Para perempuan yang dijadikan Jugun Ianfu dimasukkan ke dalam rumah bordil a’la Jepang yang disebut Ian-jo,
antara lain terdapat dibekas asrama peninggalan Belanda, markas militer
Jepang dan rumah-rumah penduduk yang sengaja dikosongkan. Tempat-tempat
itu biasanya dijaga ketat oleh tentara Jepang. Setiap perempuan di Ian-jo
biasanya mendapatkan kamar dengan nomor kamar, bahkan namanya diganti
dengan nama Jepang seperti yang dituliskan di pintu kamar. Ian-jo pertama di dunia dibangun di Shanghai, Cina tahun 1932. Pembangunan Ian-jo di Cina dijadikan model untuk pembangunan Ianjo-Ianjo di seluruh kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia sejak pendudukan Jepang tahun 1942-1945 telah dibangun Ian-jo diberbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra, Papua.
Sebelum menjalani tugas sebagai budak seks ( Jugun Ianfu), perempuan-perempuan di Ian-jo
menjalani pemeriksaan kesehatan yang merendahklan martabat. Mereka
tidak bisa berbuat apa-apa ketika para petugas medis menyuruh mereka
membuka pakaian sampai akhirnya mereka telanjang bulat, lalu
menggerayangi tubuh mereka. Bahkan di antara mereka tidak berani
bertanya apalagi menolak, ketika vagina mereka diperiksa dengan
memasukkan alat terbuat dari besi panjang, dan jika alat ini ditekan,
bagian ujungnya akan mengembang dan dapat membuka vagina menjadi lebih
lebar. Melalui alat yang dinamakan cocor bebek, dapat diketahui apakah kemaluan calon Jugun Ianfu sudah terserang penyakit atau masih sehat.
Di Ian-jo
mereka mendapatkan pemerkosaan, suatu hubungan seks dengan secara
paksa, seperti yang dialami Mardiyem. Usianya baru 13 tahun dan belum
mengalami haid saat ia diperkosa untuk pertama kalinya oleh seorang Jepang berambut berewok. Ia adalah pembantu dokter yang memeriksa kesehatannya pertama di Ian-jo
Telawang. Siksaan berupa tamparan, pukulan, dan tendangan dilakukan
oleh tentara Jepang, apalagi mereka dalam keadaan mabuk. Jika kurang
puas dengan pelayanan Jugun Ianfu, mereka melakukan cara-cara
tidak manusiawi yang biasa dilakukan oleh binatang dan tentunya tidak
dapat diikuti oleh Jugun Ianfu baik karena faktor tenaga maupun etik.
Para Jugun Ianfu hanya
pasrah dalam menjalani penderitaan hidup karena mereka tidak punya
pilihan lain. Kesempatan melarikan diri tidaklah mungkin karena jarak
perjalanan pulang jauh, apalagi mereka buta tentang pengetahuan peta,
dan mereka pun tidak mempunyai uang untuk bepergian meski di Ian-jo berlaku sistem pembayaran.
Setiap tamu baik kalangan militer maupun sipil datang ke Ian-jo
harus antre untuk mendapatkan karcis dan kondom. Namun, sebagian besar
pengunjung tidak mau menggunakan kondom karena menurut mereka dapat
menggangu kenikmatan hubungan seksual mereka. Adapun besarnya pembayaran
untuk tiap waktu berbeda. Jika kalangan militer berkunjung ke Ian-jo
pada siang hari dikenakan biaya 2,5 rupiah, sedangkan untuk kalangan
sipil 3,5 rupiah, dimulai pada sore hari pukul 17.00-24.00, dan tamu
menggunakan jasa Jugun Ianfu sampai pagi membayar 12,5 rupiah. Meskipun berlaku sistem pembayaran, Jugun Ianfu tidak pernah menerima uang kecuali karcis dari tamu yang datang. Pengelola Ian-jo, Cikada, mengatakan agar karcis dikumpulkan, kelak dapat ditukar dengan uang jika mereka berhenti bekerja sebagai Jugun Ianfu.
Sebagian besar perempuan-perempuan yang berasal dari pulau Jawa yang dijadikan Jugun Ianfu seperti Mardiyem, Sumirah, Emah Kastimah, Sri Sukanti, hanyalah sebagian kecil Jugun Ianfu Indonesia yang bisa diidentifikasi. Masih banyak Jugun Ianfu Indonesia yang hidup maupun sudah meninggal dunia yang belum terlacak keberadaannya. Mereka
diperkosa dan disiksa secara kejam. Dipaksa melayani kebutuhan seksual
tentara Jepang sebanyak 10 hingga 20 orang siang dan malam serta
dibiarkan kelaparan. Kemudian di aborsi secara paksa apabila hamil. Banyak perempuan mati dalam Ian-jo karena sakit, bunuh diri atau disiksa sampai mati.
Setelah perang Asia Pasifik usai Jugun Ianfu yang masih hidup didera perasaan malu untuk pulang ke kampung halaman. Mereka memilih hidup ditempat lain dan mengunci masa lalu yang kelam dengan berdiam dan mengucilkan diri. Hidup dalam kemiskinan ekonomi dan disingkirkan masyarakat. Mengalami penderitaan fisik, menanggung rasa malu dan perasaan tak berharga hingga akhir hidupnya.
Kaisar Hirohito merupakan pemberi restu sistem Jugun Ianfu ini diterapkan di seluruh Asia Pasifik. Para
pelaksana di lapangan adalah para petinggi militer yang memberi komando
perang. Maka saat ini pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan
kemanusiaan ini adalah pemerintah Jepang.
Pemerintah Jepang masa kini tidak mengakui keterlibatannya dalam praktek perbudakan seksual di masa perang Asia Pasifik. Pemerintah Jepang berdalih Jugun Ianfu dikelola dan dioperasikan oleh pihak swasta. Pemerintah Jepang menolak meminta maaf secara resmi kepada para Jugun Ianfu. Kendatipun demikian Juli 1995 Perdana Menteri Tomiichi Murayama pernah menyiratkan permintaan maaf secara pribadi, tetapi tidak mewakili negara Jepang. Tahun 1993 Yohei Kono mewakili sekretaris kabinet Jepang memberikan pernyataan empatinya kepada korban Jugun Ianfu. Namun pada Maret 2007 Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan menyanggah keterlibatan militer Jepang dalam praktek sistem perbudakan seksual.
Ada
puluhan, bahkan ratusan perempuan korban penjajahan Jepang yang disebut
Jugun Ianfu di Indonesia yang sampai sekarang nasibnya tidak jelas.
Mereka tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, mereka
mendapatkan hak uang kesejahteraan dari Jepang. Uang
kesejahateraan yang tadinya mau diberikan kepada Jugun Ianfu, diambil
alih pemerintah melalui Departeman Sosial. Alasannya untuk melakukan
pengelolaan agar nantinya bisa untuk membela dan membantu korban Jugun Ianfu. Tapi konyol, bantuan tersebut tidak pernah sampai ke tangan korban Jugun Ianfu. Penyelewengan ini justru sangat membuat prihatin kehidupan para mantan Jugun Ianfu,
beban berat penderitaan masa lalunya ternyata hanya menjadi sebuah
kenangan yang bagi bangsa Indonesia saat ini mungkin tak ada nilainya,
padahal jika kita dapat belajar dari kehidupan mereka seharusnya
merekalah yang patut kita ke depankan karena merekalah pahlawan-pahlawan
bangsa kita sesungguhnya yang mempunyai peran yang vital bagi
Indonesia, meskipun dengan cara yang menyakitkan bagi mereka.
Seperti
apa yang disampaikan oleh Sastrawan, Pramoedya Ananta Toer, yang
berbunyi “kalian para perawan remaja, telah aku susun surat ini untuk
kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang akan
menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian punya perhatian
terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu… surat kepada
kalian ini juga semacam protes, sekalipun kejadiannya telah puluhan
tahun yang lewat”
Semoga nasib para mantan Jugun Ianfu akan semakin membaik meski dukungan dari negara hanya buaian semata.
Sumber : Retno Galih - Kompasiana
Label:
arti hidup,
diperkosa,
ianfu,
inspirasi,
islami,
iyem,
jepang,
jugun ianfu,
kata bijak kehidupan,
kekejaman,
membaca,
pariyem,
potret,
tentara,
tidak perawan,
wanita,
wawasan
Jumat, 04 Januari 2013
1 JAM
Hiduplah 1 jam, .. tanpa kemarahan, .. tanpa hati jahat, ..
tanpa pikiran negatif, .. tanpa pemborosan, .. tanpa kepalsuan, ..
tanpa kemalasan, .. tanpa keserakahan, .. tanpa iri hati, ..
Bila berhasil, silakan mengulang kembali untuk 1 jam berikutnya, dan tambahkan dengan ...
damai di hati, .. kesabaran, .. lemah lembut, ..
murah hati, .. rendah hati, .. dan penguasaan diri, ..
... insya Allah hidup kita akan menjadi penuh ketentraman hati, kenyamanan jiwa, kebaikan dan berkah dari Allah ... Aamiin
Sumber : Kata- Kata Hikma
Rabu, 02 Januari 2013
Resensi Buku : Addicted to Weblog - Kisah Perempuan
Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia
Kepribadian seseorang di internet bisa jadi dapat dilihat dari cara dia berinteraksi dengan orang lain di dunia cyber lewat tulisan-tulisan dia di blog, cara dia berdialog di chatting room, cara dia berkomentar terhadap tulisan-tulisan orang lain dan cara dia menyapa di shoutbox. Lima dari cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini bercerita tentang kehidupan di alam cyber atau di alam maya. Setiap orang berhak menciptakan karakternya masing-masing di balik nama samaran masing-masing. Ibarat menulis sebuah cerpen, si pengarang berhak menentukan nasib karakter yang dibuatnya. demikian juga kehidupan di internet, sepanjang hal itu tidak merugikan orang lain. Tetapi kalau sudah merugikan orang lain, tentu sudah menjadi lain masalahnya; rumah tangga, cinta dan bahkan nyawa bisa saja menjadi tumbalnya. Kumpulan cerpen ini memilih perempuan sebagai tokoh centralnya. Dalam satu sosok perempuan bisa jadi tersimpan seribu cerita. Ketika terpaksa harus bersinggungan dengan norma-norma dan tradisi, perempuan cenderung menjadi pihak yang dipersalahkan. Masyarakat cenderung lupa untuk mengkaji lebih jauh "ada apa sebenarnya yang terjadi di balik sebuah peristiwa".
Kepribadian seseorang di internet bisa jadi dapat dilihat dari cara dia berinteraksi dengan orang lain di dunia cyber lewat tulisan-tulisan dia di blog, cara dia berdialog di chatting room, cara dia berkomentar terhadap tulisan-tulisan orang lain dan cara dia menyapa di shoutbox. Lima dari cerpen yang ada dalam kumpulan cerpen ini bercerita tentang kehidupan di alam cyber atau di alam maya. Setiap orang berhak menciptakan karakternya masing-masing di balik nama samaran masing-masing. Ibarat menulis sebuah cerpen, si pengarang berhak menentukan nasib karakter yang dibuatnya. demikian juga kehidupan di internet, sepanjang hal itu tidak merugikan orang lain. Tetapi kalau sudah merugikan orang lain, tentu sudah menjadi lain masalahnya; rumah tangga, cinta dan bahkan nyawa bisa saja menjadi tumbalnya. Kumpulan cerpen ini memilih perempuan sebagai tokoh centralnya. Dalam satu sosok perempuan bisa jadi tersimpan seribu cerita. Ketika terpaksa harus bersinggungan dengan norma-norma dan tradisi, perempuan cenderung menjadi pihak yang dipersalahkan. Masyarakat cenderung lupa untuk mengkaji lebih jauh "ada apa sebenarnya yang terjadi di balik sebuah peristiwa".
| Oleh : LabibahZein ISBN | : |
978-979-461-552-2 |
| Dimensi | : | 0 |
| Jenis Cover | : | soft cover |
| Berat Buku | : | 150 |
| Jenis Kertas Penerbit | : | HVS Obor - Jogjakarta |
Gadis Etalase
Sudah 5 tahun aku tak lagi bisa merasakan apa
yang dinamai kebebasan. Hidupku adalah milik tuanku. Bahkan, sekujur
tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki bukan lagi mililkku. Kecuali
segumpal darah yang ternamai dengan “hati”. Mereka bilang aku bukan
lagi gadis yang masih perawan. Tetapi menurutku aku masih tetap menjadi
seorang gadis yang perawan, sebab aku tak pernah melayani tuan-tuanku
dengan suka rela. Apalagi dengan cinta, secuilpun tidak.
Aku seperti mayat hidup yang selalu menuruti
perintah tuan-tuanku. Saat mereka mulai menyentuh kulit tubuhku, aku
selalu beranggapan bahwa aku sudah mati. Hingga mereka bebas melakukan
apa saja terhadap tubuhku yang telah terjual ini. Sebab hanya itu yang
bisa kulakukan. Melawan. Ah, tidak hanya satu atau dua kali kucoba.
Berkali-kali aku mencoba untuk tidak membiarkan tubuhku ini dihinggapi
tangan-tangan kotor itu begitu saja, namun aku tak berdaya.
Tangan-tangan penjual tubuhku selalu siap mendarat di bagian tubuhku
yang ia kehendaki.
Kadang, saat tuanku membawaku keluar dari
istana yang telah mengurungku, aku berniat untuk kabur. Tentunya setelah
lebih dulu membunuh tuan yang telah semena-mena terhadap tubuhku. Tapi
apalah daya, algojo mami Sarah selalu mengikuti kemanapun aku pergi.
Walhasil, tiada pilihan selain kembali kepada mami dan menuruti semua
kemauannya.
***
“Namanya Bunga. Dia satu-satunya anak perempuanku.” Kata ayah sambil membelai rambutku.
“Tolong carikan dia kerja. Apapun yang penting halal.” Lanjutnya.
Seorang wanita cantik yang duduk di sampingku dan sedari tadi melihatiku, berkata.
“Saya usahakan. Pokoknya dia mau ikut saya, pasti semuanya akan mudah.”
Tergambar senyum bahagia dari bibir ayah saat
itu. Akan tetapi, justru senyum ayah itu adalah jerit tangis bagiku.
Aku tidak ingin meninggalkan kampung. Di sini pasti aku juga bisa
mencari pekerjaan tanpa harus berhijrah ke kota. Apalagi di kota aku tak
punya sanak saudara dan juga tak ada teman. Namun, ayah terus
meyakinkan aku bahwa aku akan baik-baik saja. Masih ada tante Marni,
katanya pun demikian.
Meskipun berat rasanya meninggalkan kampung,
itu lebih berat dari pada melihat ayah kehilangan senyum dari raut
wajahnya. Akhirnya akupun pergi dan tentu harus segera kembali demi
ayah.
***
Sesampainya di kota, tante Marni menyuruhku
untuk ikut tante Sarah, sahabatnya. Katanya dia yang akan memberiku
pekerjaan di kantornya. Hati kecilku pun berkata, mau disuruh kerja apa
aku di kantornya. Aku hanya seorang gadis berijasah SD, dan aku tak
mempunyai keterampilan apa-apa. Ah, mungkin aku akan dijadikan cleaning service di kantornya. Pikirku pun demikian.
Malam itu juga untuk ikut tante Sarah, aku
hanya bisa mengangguk menuruti semua perkataannya. Mobil yang kutumpangi
melewati sebuah tempat yang masih asing dari penglihatan mataku. Dari
kaca mobil, aku melihat para gadis duduk berjajar di balik lapisan kaca.
Pakaiannya yang sedikit terbuka, lalu terdengar suara seorang lelaki
paruh baya menggiring setiap kendaraan yang lewat untuk parkir.
Sepanjang jalan di gang itu, pemandangan seperti itulah yang kulihat.
Aku hanya bisa menerka. Aku juga tidak berani bertanya kepada tante Sarah. Aku pun diam.
***
Ternyata ketulusan tante Marni sebatas hanya di bibir saja. Ia menyerahkanku kepada seorang mucikari, tante Sarah.
Sejak saat kutahu bahwa aku telah dijual, aku
telah menjadi bagian dari gadis yang duduk di balik etalase-etalase
itu. Kelak aku harus berdandan semenarik mungkin dengan pakaian yang
terbuka. Hingga datanglah ular-ular yang siap menjilati tubuhku.
Hanya ayah yang terbayang dalam benakku.
Bagaimana seandainya kalau dia tahu nasibku di sini. Di sebuah gang,
tempat prostitusi terbesar di kota ini, di negara ini, dan bahkan
diantara beberapa negara tetangga.
Serasa aku sudah mati sejak pertama kali
merelakan tubuhku kepada seekor ular yang tak berbisa, malam itu. Hingga
aku pun tak bisa menalar bagaimana bisa selama 5 tahun ini aku melayani
ular-ular itu. Mungkin aku telah benar-benar mati, dan aku yang
sekarang hanyalah mayat yang belum dikubur semestinya. Entahlah.
Aku berada di tempat ini bukan atas kemauanku
sendiri. Aku terjebak. Dan jurang yang telah menjebakku terlalu dalam
hingga aku tak bisa menyelamatkan diriku sendiri tanpa bantuan orang
lain.
Namun, tidak ada satupun yang menilaiku
sebagai gadis baik-baik. Mereka hanya tahu apa pekerjaanku, dan apa yang
kulakukan setiap malam. Dan itu tentu merupakan hal yang wajar. Setiap
gadis yang berada di lokalisasi adalah gadis yang tidak baik. Stigma itu
yang harus kutelan dan kurasakan pahitnya. Tapi, apakah mereka tahu
bagaimana aku bisa jadi seperti ini? Tidak. Bahkan tidak ada yang mau
tahu.
Sampai kapan aku harus bertahan, duduk setia
dibalik lemari kaca ini. Lalu pura-pura tersenyum, padahal hati
menangis. Dan menjadi mayat hidup saat tuannya mengehendaki tubuh ini.
Andai saja membunuh diri sendiri itu tak berdosa, pastinya aku telah
menyayat nadiku dengan silet atau pisau sejak dulu.
Aku rindu ayah. Aku ingin pulang dan bertemu
dengannya. Sebelum tubuhku benar-benar habis untuk mengenyangkan
ular-ular itu, sebelum hatiku gagal kupertahankan keperawanannya, dan
sebelum etalase-etalase itu rusak dan kacanya pecah berhamburan mengenai
urat nadiku. Sebelum..
Ah, percuma aku berkhayal demikian. Aku tidak
bisa kembali pulang untuk bertemu ayah. Apalagi untuk sekedar merasakan
udara kebebasan seperti layaknya gadis seusiaku. Tidak akan ada yang
mau mengulurkan tangannya padaku. Tak ada, satupun…
Lupakan keinginan utopismu itu. Bisik hatiku.
***
Seperti malam-malam
biasa, aku harus melayani ular-ular itu secara bergiliran. Pedih, perih
telah kulupa rasanya. Seekor ular hitam dan buas membawaku jauh dari
wisma.
Ia mulai menjilati
tubuhku, lalu perlahan melilit tubuh tak berdayaku. Dia sungguh buas,
dengan segala usaha aku melepaskan diri dari tubuhnya yang bau anyir
seperti ular.
Dan setelah akhirnya aku bisa melepas lilitan lelaki gila itu, tanganku telah terbelenggu borgol seorang lelaki berseragam.
Kini aku
benar-benar tak bisa pulang, pisau yang ada ditanganku telah lembawaku
ke tempat baru. Bukan wisma pelacuran, bukan juga kampung halaman,
tetapi jeruji besi. Ya, jeruji besi.
Penulis- Nok Asna
Surat Cinta Untuk Calon Suamiku
Kpd,Yth
Calon Suamiku
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dear calon suamiku
Apakah kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur
Karena dapat menatap kembali fananya hidup ini
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?
Wahai calon suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku di tempa untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh diriku, namun kini aku tahu jawabannya.
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu..
Calon suamiku..
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga “memilikimu” kelak
Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan
Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, calon suamiku.
Wahai calon Suamiku..
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat
Namun nanti, setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang sholeh.
Aku ini pencemburu berat.
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan,
meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..
Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubung menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubug derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala..
Bunga ini akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah besama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah Calon Suamiku..
Do’aku Selalu…
Agar Allah memudahkan jalanmu Tuk menjemputku sebagai bidadarimu…
Semoga Allah Selalu Menjagamu,Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, Meski hanya seujung kuku..
Agar Kau bisa Mempersembahkan dirimu “seutuhnya” untukku..
Seperti hal nya aku, Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, “hanya” untukmu..
Sudah dulu ya calon suamiku..
Salam Cintaku Untukmu..
Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Calon Istrimu
Sumber : Inspirasi Islami
Label:
bacaan,
calon suami,
coretan,
inspirasi,
islami,
iyem,
jodoh,
kata bijak kehidupan,
membaca,
novel,
pariyem,
perawan,
prempuan titik nol,
rahasia ilahi,
wawasan
JODOH ADALAH RAHASIA ILAHI
Saudaraku..
Termasuk dalam cakupan tauhid rububiyah adalah kita mengimani dengan yakin tanpa ada keraguan sedikit pun bahwa jodoh ada di tangan-Nya. Artinya tanpa ada kehendak Allah SWT, maka kita tak akan hidup seatap dengan pasangan hidup kita seperti sekarang ini.
Siapapun yang Allah Swt tentukan buat menemani hidup kita, pasti ia
akan mendekat kepada kita, walaupun ia berada di ujung dunia sekalipun.
Dan siapa yang bukan ditakdirkan untuk mengisi hati kita, maka ia akan
menjauh dari kita walaupun ia tinggal di seberang rumah kita.Termasuk dalam cakupan tauhid rububiyah adalah kita mengimani dengan yakin tanpa ada keraguan sedikit pun bahwa jodoh ada di tangan-Nya. Artinya tanpa ada kehendak Allah SWT, maka kita tak akan hidup seatap dengan pasangan hidup kita seperti sekarang ini.
Saudaraku..
Seminggu yang lalu aku mendapat undangan pernikahan dari salah seorang santriku di ma’had tahfizh, yang terkirim lewat inbox Facebook kesayanganku. Ternyata ia akan menyunting santriwati di ma’had yang sama. Subhanallah, sungguh tak disangka, berawal dari sama-sama mengkaji Islam, menghafal al Qur’an, mentela’ah hadits, memperluas tsaqafah Islamiyah dan yang seirama dengan itu, akhirnya Allah Swt menyatukannya dalam satu bahtera. Turut berbahagia membaca undangan yang menyiratkan rasa syukur dan bahagia dari kedua santriku itu. Barakallahu laka, wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fil khair…
Terekam kembali pertemuanku dengan bidadariku tercinta. Tak terasa waktu terus bergulir, hampir tiga belas tahun lamanya kami disatukan dalam keindahan ibadah yang bernama pernikahan. Kami dipertemukan Allah Swt dalam waktu yang sangat singkat, hanya sebulan, sebelum akhirnya sepakat melangsungkan pernikahan. Padahal sebelumnya aku hanya mengenal namanya saja. Ia pernah aktif dalam kegiatan ke-Islaman dan pernah belajar bahasa Arab di sebuah Ma’had di Lampung.
Saudaraku..
Ada sahabat karib-ku berasal dari Jawa Tengah, setelah ia menyelesaikan study di universitas Islam Madinah, ia menjadi guru tahfidz dan bahasa Arab di sebuah pesantren di Lampung. Beberapa bulan mengabdi di sana, ternyata membuahkan hasil positif. Ia kecantol salah seorang santri putrinya. Yang sekarang telah memberi tiga anak kepada sang ustadz dan sedang menanti kelahiran anak keempat. Ketika bersua dengan sahabatku itu, aku sering meledeknya dengan tertawa lepas, “Pekrid, ngepek murid (artinya, menikahi murid),” lalu temanku itu membalas candaanku dengan guyonan pula, “Itu namanya ‘hubungan bathin’ yang diakhiri dengan hubungan zahir yakni, pernikahan.”
Saudaraku..
Jodoh, merupakan tabir Ilahi, yang tak mampu disingkap oleh kita selaku hamba-Nya. Kita tak mengetahuinya, terkecuali setelah terjadi di alam realita.
Ada orang yang selama lima tahun menjalin hubungan khusus pra nikah (baca: pacaran), berakhir dengan kegagalan membangun sebuah rumah tangga idaman. Justru ia ditakdirkan menikah dengan orang yang baru beberapa hari dikenalnya.
Jodoh telah menyadarkan lamunan kita bahwa Allah-lah yang membolak-balikkan hati kita. Cinta dan benci tak kekal abadi dalam hati kita. Ada dua orang yang berlainan jenis, yang semasa di bangku pendidikan, saling membenci dan berdebat serta perang mulut sewaktu rapat organisasi. Pada akhirnya Allah satukan hati keduanya lewat jalur pernikahan. Apakah perdebatannya terus berlanjut pasca pernikahan? Wallahu a’lam. Yang pasti, rasa cinta yang terus mengalir setelah keduanya hidup dalam satu atap. Lahirnya anak-anak yang lucu, sebagai bukti yang tak terbantahkan.
Ada pengalaman unik dari sahabatku di bangku Aliyah dulu, di mana setamatnya dari sekolah ia menikahi ibu guru matematikanya di sekolah. Padahal ketika ia belajar, ia sangat membenci sang guru. Dan usia keduanya pun berjarak sekitar sepuluh tahun. Tapi begitulah jodoh, yang datang menyapa kita dengan membawa keunikannya sendiri.
Saudaraku..
Meskipun jodoh ada di tangan Allah Swt, namun kita memiliki ikhtiar untuk menyibak tabir Ilahi tersebut. Kita lazim menentukan kriteria pasangan hidup kita. Sehingga Rumah tangga yang kita bangun bisa membuka jalan yang menyampaikan kita pada kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Pasangan hidup kita bisa menjadi mitra yang menyenangkan dalam pelayaran keluarga menuju surga; baik itu surga di dunia ini terlebih surga di akherat kelak.
Kriteria pasangan hidup yang akan menghantarkan kita pada kebahagiaan hidup adalah seperti yang disinggung oleh Nabi saw, Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya engkau tidak akan merugi.” Muttafaq ‘alaih.
Dari keempat kriteria tersebut, yang paling menarik perhatian pria atau calon suami adalah paras menarik atau kecantikan wajah. Namun kecantikan luar terkadang menipu dan memperdaya. Maka kecantikan wanita itu semestinya dinilai pula dari dalam. Artinya, kecantikan luar (zahir) dan kecantikan dalam (bathin).
Saudaraku…
Syekh ‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan bahwa kecantikan yang dimaksudkan adalah kecantikan Hissy dan maknawi (zahir dan bathin).
Wanita, semakin sempurna kecantikan parasnya dan indah suaranya, maka semakin elok untuk dipandang dan kita merindukan kehadirannya. Dengan demikian hati kita akan terbuka dan dada kita semakin luas. Dan kedamaian pun mengalir memenuhi relung hati.
Sedangkan cantik secara maknawi atau bathin, merupakan perpaduan antara kesempurnaan dien dan keindahan budi pekerti. Jika seorang wanita, semakin sempurna dien dan elok akhlaknya, maka ia semakin mengapit rasa, dekat kepada cinta dan selamat akibatnya (dari prahara keluarga).
Nabi saw pernah bersabda, ”Sebaik-baik wanita (istri) adalah jika engkau memandangnya, ia dapat membuatmu senang. Jika engkau menyuruhnya suatu hal, ia mentaatimu. Jika engkau memberinya (uang belanja) ia akan menggunakannya untuk kebaikanmu. Jika engkau pergi, ia akan menjaga dirinya dan hartamu.” HR. An Nasa’i.
Saudaraku..
Kecantikan bathin inilah yang akan membuat penampilan wanita tampak anggun, bercahaya, memikat, menarik dan indah dipandang. Walaupun ia tak mengenakan perhiasan emas dan berlian, perhiasan dunia. Ia tak perlu melakukan oprasi plastik dan yang senada dengan itu. Karena sejatinya dialah perhiasan dunia yang termahal harganya.
“Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” H.R; Muslim.
Saudaraku..
Mudah-mudahan anda yang sudah menikah, telah menemukan pasangan hidup yang cantik dari dalam. Jika belum, koreksilah diri sendiri, barangkali memang anda belum tampan dari dalam, sehingga anda tidak layak menjadi pendamping wanita yang cantik dari dalam.
Bagi anda para pemuda yang belum menemukan jodohnya, waspadalah bahwa wanita yang cantik dari dalam yang ingin anda nikahi bukanlah wanita yang anda lihat mejeng di mall-mall dan tempat-tempat perbelanjaan. Atau yang suka memamerkan kecantikannya pada semua orang. Atau yang suka mengusik ketenangan anda di tengah malam dengan telepon. Atau pun yang suka mengumbar senyum pada lelaki yang bukan mahramnya dan yang seirama dengan itu.
Dan bagi anda wanita muslimah yang masih hidup menyendiri, selama anda selalu berupaya menjadi wanita yang cantik dari dalam, yakinlah bahwa arjuna berhati malaikat pasti datang menjemput anda. Kapan waktunya? Serahkanlah pada-Nya. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah Swt, karena berputus asa, kecewa berlebihan, merasa tak ada harapan, menilai bahwa jalan telah buntu. Hal itu semua merupakan bibit dari kekufuran. Wallahu a’lam bishawab.
Riyadh, 19 Mei 2012 M.
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
Inspirasi Islami
Langganan:
Postingan (Atom)





