Tampilkan postingan dengan label rahasia ilahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahasia ilahi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

Seperti apa "Cinta Sejati" itu ?!



7 Tanda Cinta Sejati :

1. Ia Sahabat Terbaik Anda
Saat sedang mengalami kesulitan, yang pertama kali terlintas di kepala Anda adalah dirinya. Ia pandai menenangkan hati Anda. Begitupun ketika bahagia, Anda tahu pada siapa kebahagiaan itu akan dibagi. Ia selalu hadir untuk Anda dalam situasi apa pun. Tak ada orang yang lebih baik mengisi peran ini daripada pasangan Anda. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut hidup.


2. Punya Banyak Kesamaan
Hasil penelitian mengungkapkan, pernikahan yang paling stabil adalah pernikahan yang melibatkan dua orang dengan banyak kesamaan. Tidak terlalu penting jenis kesamaannya apa, tapi semua itu merupakan modal untuk langgengnya hubungan. Rahasia pasangan sejati adalah, manakala Anda berdua selalu bisa menikmati bersama semua aspek kehidupan. Tidak butuh orang lain untuk membuat kalian bahagia. Apakah Anda sudah merasakannya? Jika ya, jangan lepaskan dia.

3. Kepentingan Anda adalah Segalanya
“Cinta dimulai ketika seseorang menemukan bahwa kebutuhan orang lain sama pentingnya dengan kebutuhannya sendiri.” (Harry Stack Sullivan). Dari bahasa tubuh dan sikapnya selama ini, terlihat jelas, dia memperlakukan Anda sebagai orang terpenting dalam hidupnya, bahkan seringkali dia mementingkan kebutuhan Anda ketimbang dirinya. Bila dia punya potensi itu, mungkin dia yang Anda cari. Karena cinta abadi melibatkan komitmen rela berkorban untuk kebahagiaan pasangan.

4. Cinta tak Bersyarat
Coba ingat-ingat, apakah ia pernah cemberut saat Anda memakai baju yang tak sesuai seleranya? Atau Anda pernah dicueki, ketika Anda memotong rambut tanpa sepengetahuannya? Bila ya, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk memilih dia jadi kekasih. Padahal, cinta sejati adalah cinta yang tak bersyarat, mampu menerima pasangan apa adanya.

5. Mau Mendengarkan
Setiap Anda berbicara padanya, tak sedetik pun perhatiannya beralih. Ia pendengar yang baik, bisa mendengarkan Anda bicara berjam-jam lamanya tanpa rasa bosan, penuh perhatian dan mengerti apa yang Anda diinginkan. Sehingga Anda tak perlu mengulang kalimat yang sama berkali-kali dan mengatakan,”Kamu ngerti enggak sih, apa yang saya bicarakan tadi?”

6. Always On Time
Untuk urusan apa pun, dia selalu berusaha untuk tepat waktu. Janji bertemu jam tujuh malam, dia sudah tiba di tempat setengah jam sebelumnya. Baginya, lebih baik dia yang lumutan, daripada membiarkan Anda menunggu. Apalagi jika meeting pointnya dirasa tidak familiar dengan Anda.

7. Kontak Batin
Tanpa diucapkan, kalian bisa saling tahu cuaca hati masing-masing. Meski bukan paranormal, kalian seperti bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi, serta perasaan pasangan pada situasi dan kondisi tertentu. Bila Anda sudah merasakan hal tersebut terhadapnya, selamat! Mungkin dialah belahan jiwa Anda.


Sumber : http://forum.kompas.com/perempuan/38697-7-tanda-cinta-sejati.html









Cinta Sejati Dalam Islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhubepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahmanradhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita 
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahmanradhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102
“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.”(Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.”(Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.
Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…
Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.
***
Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com
Footnote:
1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”


Jumat, 19 April 2013

JENAZAH MENANGIS SAAT DIKAFANI


Beginih ceritanyah...

Malam itu di kediaman keluarga pak Eman terjadi keribut besar. Pak Eman dan Istrinya sedang bertengkar karna masalah kehidupannya yang serba pas-pasan.

''AKU SUDAH MUAK HIDUP SEPERTI INI..!!! POKOKNYA AKU MAU PER
GI DARI RUMAH INI.. TITIK...!!!!'' bentak Istri pak Eman dengan suara lantang.

Pak Eman hanya tertunduk tidak bisa menjawab. Hatinya berkecamuk antara takut dan marah pada Istrinya. Melihat reaksi dari sikap sang suami, si Istri pun tambah muak dan mengemasi barang-barangny a lalu pergi meninggalkan rumah itu.

Pak Eman masih tetap diam memendam perasaannya. Sedangkan Istrinya sudah pergi menuju kota demi hidup yang layak.

Pak Eman adalah seorang buruh tani biasa. Hidupnya tidaklah berkekurangan walau pun tinggal di rumah yang terbuat dari kayu. Walau pun hidup di desa, tapi semua kebutuhan keluarganya mampu di cukupi.

Pasangan suami istri ini telah di karuniai seorang anak laki-laki bernama Oman. Usianya masih 5 tahun. Kini Pak Eman dan Anaknya Oman tinggal di rumah berdua tanpa adanya bantuan dari Istri pak Eman. Sedangkan sang Istri pergi begitu saja tanpa adanya izin dari seorang suami demi mendapatkan kehidupan yang berlebih di ibu kota jakarta akibat tergiur oleh temannya yang sudah sukses di ibu kota.

3 tahun kemudian.
Sang istri pun sukses dengan harta berlimpah dari hasil kerjanya menjadi seorang model majalah. Kehidupannya berubah drastis dari hidup sederhana menjadi orang yang cukup terkenal dan tinggal di sebuah rumah mewah di lengkapi dengan mobil pribadi dan juga perabotan yang serba mewah.

Suatu hari pak Eman datang dengan anaknya ke rumah Istrinya. Tak di sangka, istrinya bisa sesukses ini di ibu kota. Sang anak pun tampak sangat gembira penuh ke banggaan setelah melihat rumah ibunya. Mereka berdua sudah tidak sabar ingin melihat si istri saat ini yang sudah sangat kaya raya.

''Tok.. Tok.. Tok..!!! Assallammualaik um..!!!'' sahut pak Eman sambil mengetuk pintu rumah istrinya.

Tak lama kemudian sang Istri keluar membukakan pintu rumahnya.

''SIAPA KALIAN...!!! MAU APA KALIAN KESINI..!!! TIDAK SOPAN..!!! GEMBEL KAYAK KALIAN BISA MENGOTORI HALAMAN RUMAHKU..!!! PERGI SANAH...!!!'' bentak sang istri sambil mengusir pak Eman dan Anaknya.

''astagfirulloh ..!!! Segitu lupakah kamu dengan kami...? Aku ini suamimu Eman dan anakmu Oman...!!!'' jawab pak Eman dengan wajah sedih.

''Hmmm... Siapa ya..? Maaf.. aku tidak kenal kalian.. Mungkin kalian salah orang..! Lebih baik kalian pergi saja..!! Aku lagi sibuk..!!'' sahut si Istri sambil menutup pintu.

DEEG..!!!

Bagaikan terpukul Godam seberat 50 kilo. Pak Eman tak percaya ketika Istrinya tidak mengakui dirinya sebagai suaminya lagi. Dan saat itu anaknya Oman hanya bisa menangis memanggil-mangg il ibunya dari luar rumah. Lalu pak Eman menarik tangan anaknya untuk pergi meninggalkan rumah itu.

Sang Istri mengamati ke pergian suami dan anaknya dari balik jendela rumahnya dan menarik nafas lega setelah anak dan suaminya sudah pergi. Takut kalau mereka datang lagi, lalu sang istri pun buru-buru pergi ke garasi mobil dan meninggalkan rumahnya menuju lokasi pemotretan.

Di perjalanan.
Sang istri mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Antara rasa malu dan kesal, sang Istri pun tidak konsentrasi membawa mobil. Sehingga dia hampir menabrak sebuah truk di depannya dan membanting setir ke pinggir jalan. Namun karna panik, sang istri tidak melihat ada 2 orang di pinggir jalan sedang berjalan dan akhirnya tabrakan pun terjadi. Sang Istri buru-buru keluar dari mobilnya untuk memastikan orang yang di tabraknya. Dan di pinggir jalan sudah tergeletak seorang lelaki dengan bocah dalam kondisi telah bersimbah darah. Dan alangkah kagetnya si Istri setelah sadar orang yang di tabraknya itu adalah suami dan anaknya sendiri. Sang anak kini tengah menggelepar di pinggir jalan menghadapi sakratul maut. Begitu pula sang suami.

Keduanya pun di larikan kerumah sakit. Namun nyawa anak dan ayah itu tidak bisa di selamatkan karena di perjalanan menuju rumah sakit, mereka sudah meninggal dunia. Akhirnya kedua jenazah itu pun di autopsi. Setelah itu, kedua jenazah di kirim kerumah duka sesuai alamat yang tertera di KTP milik pak Eman. Sang istri pun di minta untuk pergi mengantarkan kedua jenazah itu kerumah duka untuk menyelesaikan masalah ini dengan keluarga si korban.

Sesampainya di rumah duka.
Kedua jenazah pun di mandikan. Pihak kepolisian kebingungan karna tidak ada keluarga si korban di rumah duka. Di saat ke bingungan, pihak polisi bertanya pada sang Istri, apakah dia mengenali korban atau tidak. Tapi sang istri menjawab dengan kata TIDAK.

Saat itulah sebuah kejadian aneh terjadi. jenazah sang anak langsung mengeluarkan air mata dan tidak berhenti-henti. Para pelayat yang memandikan jenazah sang anak itu pun kaget dan berusaha berulang kali mengusap air mata sang anak yang masih saja terus mengalir. Hingga akhirnya proses memandikan jenazah selesai. Jenazah sang anak masih saja mengeluarkan air mata. Kini kedua jenazah pun siap untuk di kafani. Pihak polisi pun mencoba menanyakan pada beberapa warga. Siapa keluarga dari korban ini. Lalu salah satu warga menjawab.

''ibu itu.. Dia adalah keluarga dari korban ini..! Dia adalah istri dan ibu dari kedua korban ini..!! Jawab salah satu warga.

Sang istri langsung berkelit.

''SUMPAH..!!! SAYA TIDAK KENAL DENGAN MEREKA BERDUA..!! SUMPAH...!!!''

Kembali para pelayat di kejutkan dari jenazah sang anak yang semakin mengeluarkan air mata yang banyak. Seorang ustadz pun menghampiri jenazah sang anak itu lalu menyeka air matanya dengan tangannya. Tapi air mata sang anak masih saja terus mengalir dan pak ustadz itu pun kembali menyeka air mata jenazah itu dengan tangannya.

Tiba-Tiba Jenazah pak Eman bangun...!!!

Para pelayat menjadi hysteris sambil kocar-kacir melihat jenazah pak Eman bangun tiba-tiba menghadap ke arah pak Ustadz sambil berkata.

''STOP..!! MATA MERAH KARNA IRITASI JANGAN DI KUCEK...!!! PAKE INSTO...!!! MATA KEMBALI SEGAR.. TANPA IRITASI...!!!'' Ujar pak Eman sambil memegang satu botol INSTO kemasan kecil.

Seketika para pelayat yang kocar-kacir itu pun langsung jungkir balik berjama'ah.

ngahahaha...(n_ n)
Serius amat sih bacanya....(n_n )


Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=164398700386324&set=a.164398697052991.1073741825.164393240386870&type=1&ref=nf

Jumat, 04 Januari 2013

Ini dia Tchuna, yang menggemparkan dunia, bukan karna cantiknya, tapi kisah malangnya..




Ini dia Tchuna ,yang menggemparkan dunia,bukan karna cantiknya,tapi kisah malangnya

Dia adalah seorang mahasiswa
Dia berumur 23 thn
Salahnya beberapa orang mengatakan karena dia naik bus yang salah
Dan
Dia adalah wanita
Enam pria memperkosa dirinya dan kemudian menggunakan batang besi untuk merobek vaginanya,
Usus kecil dan usus besar keluar,
Mereka meninggalkan dia untuk mati di jalan
Telanjang!
Terluka!
Terbuka!
Hancur!
Terlebih lagi adalah bahwa tak seorang pun berbalik untuk melihat ke arahnya
Tidak ada yang mau repot-repot untuk melemparkan pakaian saat dia terlanjang
gadis yang malang.

Dia tidak pernah bisa hidup normal lagi
Dia koma lima kali sejak 16 Desember
Dia tak sadarkan diri
Kritis dan belum bisa berhenti menangis
Tapi jangan khawatir
Dia bukan adikmu
Dia bukan putrimu
Tapi dia bisa.

Kebrutalan harus berhenti Sampai di sini teman..
Orang-orang ini layak mendapat hukuman mati bagi mereka yang kejam,
tindakan Pemerkosaan yang Sadis!

Dia meninggal kemarin, Sabtu 29 Desember 2012.

Rest in Peace ?
saya berdoa bahwa para pembunuh mendapatkan hukuman terburuk
Hal ini tidak hanya terjadi di India ..
Namun di setiap negara di seluruh dunia ..
mungkin bisa jadi di Indonesia.
Mungkin bisa terjadi pada kekasih Anda, atau
Adik anda?
atau saudara Anda?

Apakah ini Cara kita memperlakukan wanita ?
Ini Membuat saya malu bahkan hidup di planet ini hari ini

Jika kematiannya Menyentuh kamu dan kamu menentang PEMERKOSAAN, Tuliskan
"Turut Berduka Cita"

Jika Kamu mengabaikan, berarti kamu mendukung pemerkosaan.

-ST-
- salam Persahabatan Dan Cinta

Sumber : Kata - Kata Cinta

Rabu, 02 Januari 2013

Gadis Etalase



Sudah 5 tahun aku tak lagi bisa merasakan apa yang dinamai kebebasan. Hidupku adalah milik tuanku. Bahkan, sekujur tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki bukan lagi mililkku. Kecuali segumpal darah yang ternamai dengan “hati”. Mereka bilang aku bukan lagi gadis yang masih perawan. Tetapi menurutku aku masih tetap menjadi seorang gadis yang perawan, sebab aku tak pernah melayani tuan-tuanku dengan suka rela. Apalagi dengan cinta, secuilpun tidak.
Aku seperti mayat hidup yang selalu menuruti perintah tuan-tuanku. Saat mereka mulai menyentuh kulit tubuhku, aku selalu beranggapan bahwa aku sudah mati. Hingga mereka bebas melakukan apa saja terhadap tubuhku yang telah terjual ini. Sebab hanya itu yang bisa kulakukan. Melawan. Ah, tidak hanya satu atau dua kali kucoba. Berkali-kali aku mencoba untuk tidak membiarkan tubuhku ini dihinggapi tangan-tangan kotor itu begitu saja, namun aku tak berdaya. Tangan-tangan penjual tubuhku selalu siap mendarat di bagian tubuhku yang ia kehendaki.
Kadang, saat tuanku membawaku keluar dari istana yang telah mengurungku, aku berniat untuk kabur. Tentunya setelah lebih dulu membunuh tuan yang telah semena-mena terhadap tubuhku. Tapi apalah daya, algojo mami Sarah selalu mengikuti kemanapun aku pergi. Walhasil, tiada pilihan selain kembali kepada mami dan menuruti semua kemauannya.
***
“Namanya Bunga. Dia satu-satunya anak perempuanku.” Kata ayah sambil membelai rambutku.
“Tolong carikan dia kerja. Apapun yang penting halal.” Lanjutnya.
Seorang wanita cantik yang duduk di sampingku dan sedari tadi melihatiku, berkata.
“Saya usahakan. Pokoknya dia mau ikut saya, pasti semuanya akan mudah.”
Tergambar senyum bahagia dari bibir ayah saat itu. Akan tetapi, justru senyum ayah itu adalah jerit tangis bagiku. Aku tidak ingin meninggalkan kampung. Di sini pasti aku juga bisa mencari pekerjaan tanpa harus berhijrah ke kota. Apalagi di kota aku tak punya sanak saudara dan juga tak ada teman. Namun, ayah terus meyakinkan aku bahwa aku akan baik-baik saja. Masih ada tante Marni, katanya pun demikian.
Meskipun berat rasanya meninggalkan kampung, itu lebih berat dari pada melihat ayah kehilangan senyum dari raut wajahnya. Akhirnya akupun pergi dan tentu harus segera kembali demi ayah.
***
Sesampainya di kota, tante Marni menyuruhku untuk ikut tante Sarah, sahabatnya. Katanya dia yang akan memberiku pekerjaan di kantornya. Hati kecilku pun berkata, mau disuruh kerja apa aku di kantornya. Aku hanya seorang gadis berijasah SD, dan aku tak mempunyai keterampilan apa-apa. Ah, mungkin aku akan dijadikan cleaning service di kantornya. Pikirku pun demikian.
Malam itu juga untuk ikut tante Sarah, aku hanya bisa mengangguk menuruti semua perkataannya. Mobil yang kutumpangi melewati sebuah tempat yang masih asing dari penglihatan mataku. Dari kaca mobil, aku melihat para gadis duduk berjajar di balik lapisan kaca. Pakaiannya yang sedikit terbuka, lalu terdengar suara seorang lelaki paruh baya menggiring setiap kendaraan yang lewat untuk parkir. Sepanjang jalan di gang itu, pemandangan seperti itulah yang kulihat.
Aku hanya bisa menerka. Aku juga tidak berani bertanya kepada tante Sarah. Aku pun diam.
***
Ternyata ketulusan tante Marni sebatas hanya di bibir saja. Ia menyerahkanku kepada seorang mucikari, tante Sarah.
Sejak saat kutahu bahwa aku telah dijual, aku telah menjadi bagian dari gadis yang duduk di balik etalase-etalase itu. Kelak aku harus berdandan semenarik mungkin dengan pakaian yang terbuka. Hingga datanglah ular-ular yang siap menjilati tubuhku.
Hanya ayah yang terbayang dalam benakku. Bagaimana seandainya kalau dia tahu nasibku di sini. Di sebuah gang, tempat prostitusi terbesar di kota ini, di negara ini, dan bahkan diantara beberapa negara tetangga.
Serasa aku sudah mati sejak pertama kali merelakan tubuhku kepada seekor ular yang tak berbisa, malam itu. Hingga aku pun tak bisa menalar bagaimana bisa selama 5 tahun ini aku melayani ular-ular itu. Mungkin aku telah benar-benar mati, dan aku yang sekarang hanyalah mayat yang belum dikubur semestinya. Entahlah.
Aku berada di tempat ini bukan atas kemauanku sendiri. Aku terjebak. Dan jurang yang telah menjebakku terlalu dalam hingga aku tak bisa menyelamatkan diriku sendiri tanpa bantuan orang lain.
Namun, tidak ada satupun yang menilaiku sebagai gadis baik-baik. Mereka hanya tahu apa pekerjaanku, dan apa yang kulakukan setiap malam. Dan itu tentu merupakan hal yang wajar. Setiap gadis yang berada di lokalisasi adalah gadis yang tidak baik. Stigma itu yang harus kutelan dan kurasakan pahitnya. Tapi, apakah mereka tahu bagaimana aku bisa jadi seperti ini? Tidak. Bahkan tidak ada yang mau tahu.
Sampai kapan aku harus bertahan, duduk setia dibalik lemari kaca ini. Lalu pura-pura tersenyum, padahal hati menangis. Dan menjadi mayat hidup saat tuannya mengehendaki tubuh ini. Andai saja membunuh diri sendiri itu tak berdosa, pastinya aku telah menyayat nadiku dengan silet atau pisau sejak dulu.
Aku rindu ayah. Aku ingin pulang dan bertemu dengannya. Sebelum tubuhku benar-benar habis untuk mengenyangkan ular-ular itu, sebelum hatiku gagal kupertahankan keperawanannya, dan sebelum etalase-etalase itu rusak dan kacanya pecah berhamburan mengenai urat nadiku. Sebelum..
Ah, percuma aku berkhayal demikian. Aku tidak bisa kembali pulang untuk bertemu ayah. Apalagi untuk sekedar merasakan udara kebebasan seperti layaknya gadis seusiaku. Tidak akan ada yang mau mengulurkan tangannya padaku. Tak ada, satupun…
Lupakan keinginan utopismu itu. Bisik hatiku.
***
Seperti malam-malam biasa, aku harus melayani ular-ular itu secara bergiliran. Pedih, perih telah kulupa rasanya. Seekor ular hitam dan buas membawaku jauh dari wisma.
Ia mulai menjilati tubuhku, lalu perlahan melilit tubuh tak berdayaku. Dia sungguh buas, dengan segala usaha aku melepaskan diri dari tubuhnya yang bau anyir seperti ular.
Dan setelah akhirnya aku bisa melepas lilitan lelaki gila itu, tanganku telah terbelenggu borgol seorang lelaki berseragam.
Kini aku benar-benar tak bisa pulang, pisau yang ada ditanganku telah lembawaku ke tempat baru. Bukan wisma pelacuran, bukan juga kampung halaman, tetapi jeruji besi. Ya,  jeruji besi.

Penulis- Nok Asna

Surat Cinta Untuk Calon Suamiku



Kpd,Yth
Calon Suamiku

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dear calon suamiku
Apakah kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur
Karena dapat menatap kembali fananya hidup ini
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?


Wahai calon suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?

Disini aku di tempa untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh diriku, namun kini aku tahu jawabannya.

Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu..


Calon suamiku..
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga “memilikimu” kelak
Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan
Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati

Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, calon suamiku.

Wahai calon Suamiku..
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat

Namun nanti, setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang sholeh.
Aku ini pencemburu berat.
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan,
meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..


Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubung menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubug derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..

Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala..
Bunga ini akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah besama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.


Bersabarlah Calon Suamiku..
Do’aku Selalu…
Agar Allah memudahkan jalanmu Tuk menjemputku sebagai bidadarimu…

Semoga Allah Selalu Menjagamu,Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, Meski hanya seujung kuku..
Agar Kau bisa Mempersembahkan dirimu “seutuhnya” untukku..

Seperti hal nya aku, Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, “hanya” untukmu..
Sudah dulu ya calon suamiku..

Salam Cintaku Untukmu..
Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Calon Istrimu

Sumber : Inspirasi Islami

JODOH ADALAH RAHASIA ILAHI



Saudaraku..
Termasuk dalam cakupan tauhid rububiyah adalah kita mengimani dengan yakin tanpa ada keraguan sedikit pun bahwa jodoh ada di tangan-Nya. Artinya tanpa ada kehendak Allah SWT, maka kita tak akan hidup seatap dengan pasangan hidup kita seperti sekarang ini.
Siapapun yang Allah Swt tentukan buat menemani hidup kita, pasti ia akan mendekat kepada kita, walaupun ia berada di ujung dunia sekalipun. Dan siapa yang bukan ditakdirkan untuk mengisi hati kita, maka ia akan menjauh dari kita walaupun ia tinggal di seberang rumah kita.

Saudaraku..
Seminggu yang lalu aku mendapat undangan pernikahan dari salah seorang santriku di ma’had tahfizh, yang terkirim lewat inbox Facebook kesayanganku. Ternyata ia akan menyunting santriwati di ma’had yang sama. Subhanallah, sungguh tak disangka, berawal dari sama-sama mengkaji Islam, menghafal al Qur’an, mentela’ah hadits, memperluas tsaqafah Islamiyah dan yang seirama dengan itu, akhirnya Allah Swt menyatukannya dalam satu bahtera. Turut berbahagia membaca undangan yang menyiratkan rasa syukur dan bahagia dari kedua santriku itu. Barakallahu laka, wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fil khair…
Terekam kembali pertemuanku dengan bidadariku tercinta. Tak terasa waktu terus bergulir, hampir tiga belas tahun lamanya kami disatukan dalam keindahan ibadah yang bernama pernikahan. Kami dipertemukan Allah Swt dalam waktu yang sangat singkat, hanya sebulan, sebelum akhirnya sepakat melangsungkan pernikahan. Padahal sebelumnya aku hanya mengenal namanya saja. Ia pernah aktif dalam kegiatan ke-Islaman dan pernah belajar bahasa Arab di sebuah Ma’had di Lampung.

Saudaraku..
Ada sahabat karib-ku berasal dari Jawa Tengah, setelah ia menyelesaikan study di universitas Islam Madinah, ia menjadi guru tahfidz dan bahasa Arab di sebuah pesantren di Lampung. Beberapa bulan mengabdi di sana, ternyata membuahkan hasil positif. Ia kecantol salah seorang santri putrinya. Yang sekarang telah memberi tiga anak kepada sang ustadz dan sedang menanti kelahiran anak keempat. Ketika bersua dengan sahabatku itu, aku sering meledeknya dengan tertawa lepas, “Pekrid, ngepek murid (artinya, menikahi murid),” lalu temanku itu membalas candaanku dengan guyonan pula, “Itu namanya ‘hubungan bathin’ yang diakhiri dengan hubungan zahir yakni, pernikahan.”

Saudaraku..
Jodoh, merupakan tabir Ilahi, yang tak mampu disingkap oleh kita selaku hamba-Nya. Kita tak mengetahuinya, terkecuali setelah terjadi di alam realita.
Ada orang yang selama lima tahun menjalin hubungan khusus pra nikah (baca: pacaran), berakhir dengan kegagalan membangun sebuah rumah tangga idaman. Justru ia ditakdirkan menikah dengan orang yang baru beberapa hari dikenalnya.
Jodoh telah menyadarkan lamunan kita bahwa Allah-lah yang membolak-balikkan hati kita. Cinta dan benci tak kekal abadi dalam hati kita. Ada dua orang yang berlainan jenis, yang semasa di bangku pendidikan, saling membenci dan berdebat serta perang mulut sewaktu rapat organisasi. Pada akhirnya Allah satukan hati keduanya lewat jalur pernikahan. Apakah perdebatannya terus berlanjut pasca pernikahan? Wallahu a’lam. Yang pasti, rasa cinta yang terus mengalir setelah keduanya hidup dalam satu atap. Lahirnya anak-anak yang lucu, sebagai bukti yang tak terbantahkan.
Ada pengalaman unik dari sahabatku di bangku Aliyah dulu, di mana setamatnya dari sekolah ia menikahi ibu guru matematikanya di sekolah. Padahal ketika ia belajar, ia sangat membenci sang guru. Dan usia keduanya pun berjarak sekitar sepuluh tahun. Tapi begitulah jodoh, yang datang menyapa kita dengan membawa keunikannya sendiri.

Saudaraku..
Meskipun jodoh ada di tangan Allah Swt, namun kita memiliki ikhtiar untuk menyibak tabir Ilahi tersebut. Kita lazim menentukan kriteria pasangan hidup kita. Sehingga Rumah tangga yang kita bangun bisa membuka jalan yang menyampaikan kita pada kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Pasangan hidup kita bisa menjadi mitra yang menyenangkan dalam pelayaran keluarga menuju surga; baik itu surga di dunia ini terlebih surga di akherat kelak.
Kriteria pasangan hidup yang akan menghantarkan kita pada kebahagiaan hidup adalah seperti yang disinggung oleh Nabi saw, Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya engkau tidak akan merugi.” Muttafaq ‘alaih.
Dari keempat kriteria tersebut, yang paling menarik perhatian pria atau calon suami adalah paras menarik atau kecantikan wajah. Namun kecantikan luar terkadang menipu dan memperdaya. Maka kecantikan wanita itu semestinya dinilai pula dari dalam. Artinya, kecantikan luar (zahir) dan kecantikan dalam (bathin).

Saudaraku…
Syekh ‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan bahwa kecantikan yang dimaksudkan adalah kecantikan Hissy dan maknawi (zahir dan bathin).
Wanita, semakin sempurna kecantikan parasnya dan indah suaranya, maka semakin elok untuk dipandang dan kita merindukan kehadirannya. Dengan demikian hati kita akan terbuka dan dada kita semakin luas. Dan kedamaian pun mengalir memenuhi relung hati.
Sedangkan cantik secara maknawi atau bathin, merupakan perpaduan antara kesempurnaan dien dan keindahan budi pekerti. Jika seorang wanita, semakin sempurna dien dan elok akhlaknya, maka ia semakin mengapit rasa, dekat kepada cinta dan selamat akibatnya (dari prahara keluarga).
Nabi saw pernah bersabda, ”Sebaik-baik wanita (istri) adalah jika engkau memandangnya, ia dapat membuatmu senang. Jika engkau menyuruhnya suatu hal, ia mentaatimu. Jika engkau memberinya (uang belanja) ia akan menggunakannya untuk kebaikanmu. Jika engkau pergi, ia akan menjaga dirinya dan hartamu.” HR. An Nasa’i.
Saudaraku..
Kecantikan bathin inilah yang akan membuat penampilan wanita tampak anggun, bercahaya, memikat, menarik dan indah dipandang. Walaupun ia tak mengenakan perhiasan emas dan berlian, perhiasan dunia. Ia tak perlu melakukan oprasi plastik dan yang senada dengan itu. Karena sejatinya dialah perhiasan dunia yang termahal harganya.
“Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” H.R; Muslim.

Saudaraku..
Mudah-mudahan anda yang sudah menikah, telah menemukan pasangan hidup yang cantik dari dalam. Jika belum, koreksilah diri sendiri, barangkali memang anda belum tampan dari dalam, sehingga anda tidak layak menjadi pendamping wanita yang cantik dari dalam.
Bagi anda para pemuda yang belum menemukan jodohnya, waspadalah bahwa wanita yang cantik dari dalam yang ingin anda nikahi bukanlah wanita yang anda lihat mejeng di mall-mall dan tempat-tempat perbelanjaan. Atau yang suka memamerkan kecantikannya pada semua orang. Atau yang suka mengusik ketenangan anda di tengah malam dengan telepon. Atau pun yang suka mengumbar senyum pada lelaki yang bukan mahramnya dan yang seirama dengan itu.
Dan bagi anda wanita muslimah yang masih hidup menyendiri, selama anda selalu berupaya menjadi wanita yang cantik dari dalam, yakinlah bahwa arjuna berhati malaikat pasti datang menjemput anda. Kapan waktunya? Serahkanlah pada-Nya. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah Swt, karena berputus asa, kecewa berlebihan, merasa tak ada harapan, menilai bahwa jalan telah buntu. Hal itu semua merupakan bibit dari kekufuran. Wallahu a’lam bishawab.

Riyadh, 19 Mei 2012 M.
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
Inspirasi Islami